Kokoda, PR untuk bangsa

Photo by Ade Nasti
Contributors: Ade Siti Barokah

(Kemitraan - MPM Muh Sorong) Suku Kokoda adalah suku asli Papua yang mayoritas tinggal di Kab Sorong, Sorong Selatan dan Kota Sorong, Papua Barat. 

Bagi sebagian besar masyarakat Papua dan pendatang, suku Kokoda distigmakan sebagai suku yang keras, tukang bikin onar, susah diatur, suka mencuri dan sebutan negatif lainnya. Entah darimana asal muasal prasangka itu bermula. Akibatnya, masyarakat Suku Kokoda sering mendapatkan perlakukan diskriminatif dan paling mudah menjadi tertuduh jika ada hal-hal buruk terjadi. Hal ini menyebabkan masyarakat ini semakin tereksklusi. Mereka seringkali terlibat sengketa, misalnya terkait dengan pembangunan bandara, pasar dan lain-lain.

Banyak diantara masyarakat Suku Kokoda yang tidak memiliki lahan. Salah satunya adalah Komunitas Kokoda yang tinggal di Kampung Warmon Kokoda, Kab. Sorong. Mereka mendiami lahan milik transmigran. Dengan kata lain "menumpang" di tanah milik transmigran. Sungguh ironi! 

Merunut sejarahnya, Suku Kokoda pernah menjadi bagian dari kesultanan Tidore (Maluku Utara), tak heran mayoritas masy Kokoda memeluk agama islam. Sayangnya seiring dengan kemunduran kesulatanan Tidore berpengaruh pula pada kehidupan masyarakat Kokoda. Saat ini mereka umumnya sangat miskin, marjinal dan sulit mengakses layanan dasar. Satu-satunya sekolah yang ada di sana adalah Sekolah Dasar (SD Labschool, milik MPM Muhammadiyah) yang memberikan layanan pendidikan gratis. SD ini masih baru, baru sampai kelas 3 SD. Layanan kesehatan juga baru menyentuh mereka dalam setahun terakhir. Program Peduli berbagi asa dengan anak-anak Kokoda. Lihatlah, meski pakaiannya amat usang dan bukunya hanya sebiji, mereka begitu gembira bersekolah. Anak-anak dan remaja Kokoda sangat berbakat dalam olah raga. Mereka suka berlari, sepak bola, lompat tinggi.... sungguh, bakat yang jika diasah akan berkilau...

Saya bersyukur mendapat kesempatan untuk bersilaturahmi dengan mereka, menjadi bagian dari keluarga yang dirindukan.