Warmon Kokoda Dipersiapkan Menjadi Kampung Wisata

SORONG-Majelis Pelayanan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah Sorong kini tengah mempersiapkan Kampung Warmon Kokoda, Distrik Mayamuk, Sorong menjadi tempat komunitas percontohan dan Kampung wisata.

Hal tersebut diungkapkan Ketua STKIP Muhammadiyah Sorong, Drs. H. Rustam Adji, M.Si, saat berdialog dengan team Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Peduli, Kemitraan  (10/2) kemarin.

Sehingga  kata dia, masyarakat di Kota dan Kabupaten Sorong tidak lagi memandang sebelah mata dan menstigma negative kepada suku yang tersebar di 11 titik di Kabupaten  dan Kota Sorong ini.

“Saat ini kita mulai dengan warga Kokoda yang tinggal di Desa Warmon Kokoda,” kata Adji.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya sudah menggandeng Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  (PuPera), yaitu dengan membuat perencanaan pembangunan 50 unit rumah—tahap pertama—untuk sekitar 158 Kepala keluarga, lengkap dengan tata ruang dan taman Kampung.

“Selain itu kita juga akan membangun jalan selebar 8 meter dengan panjang 1 KM menuju desa tersebut yang anggaranya dari APBD Kabupaten Sorong,” tambah Adji.

Selain infrastruktur dasar, MPM Muhammadiyah secara swadaya juga telah membangun labschool, Masjid, fasilitas internet, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya. Pihaknya juga akan mempersiapkan warga Warmon Kokoda melalui berbagai pelatihan. Misalnya dengan pelatihan pertanian, membuat souvenir dan memasak makanan khas papua yang bersih dan dikemas menarik , termasuk pelatihan entrepreneurship dan bagaimana bersikap ramah pada turis.

Kritik Adji pada pembangunan di Papua  selama ini adalah  dimana pemerintah berfikir bahwa Otsus sudah cukup untuk mensejahterakan warga Papua yang di dalamnya termasuk Suku Kokoda. Padahal kata dia yang lebih penting adalah character building. Karena itulah pihaknya mengajak berbagai stakeholder yang ada, termasuk pemerintah daerah setempat untuk bersama-sama membangun warga Kokoda agar menjadi warga yang produktif.


“Pada tahap pertama ini, kita akan bikin kampung ini jadi bersih, bahkan lebih bersih dari kampung orang Jawa,” tegas Adji. Dia juga akan membuat pengolahan sampah menjadi pupuk organic untuk mendukung mimpi tersebut. *