Sistem Informasi Desa Ala Baduy

Kain Tenun karya perempuan Baduy. Photo Indri Guli
RMI-Baduy merupakanga kini. Kain tenun, misalnya. Agus Sukanta, Sekretaris Kecamatan Leuwi Damar menyatakan bahwa saat ini ada lebih dari 500 perempuan penenun yang ada di Baduy. Sayangnya, penjualan tenun Baduy belum bisa dilakukan secara optimal, hanya terbatas penjualan langsung kepada wisatawan yang berkunjung ke Baduy.
Selain tenun, berbagai produk kerajinan lain juga dihasilkan oleh masyarakat Baduy, seperti selendang, baju, celana, ikat kepala, sarung serta golok/parang, Koja dan Jarog (tas yang terbuat dari kulit kayu Teureup), dan berbagai aksesoris lainnya. Hasil kerajinan tersebut memiliki kekhasan yang unik, baik dari segi bahan maupun bentuknya yang berbeda dengan daerah lain. Masyarakat Baduy masih menggunakan produk kerajinan sebagai barang kebutuhan mereka sehari-hari yang menunjukkan ciri khas masyarakat Baduy yang diwariskan oleh karuhun mereka.
Perempuan Baduy sedang menenun di beranda rumahnya di Desa Kanekes, Lebak. Photo by Indri Guli
Persoalan yang dihadapi saat ini adalah kurangnya promosi dan akses pasar bagi produk-produk kerajinan yang dihasilkan masyarakat Baduy, padahal peluang pasar untuk produk lokal, hasil kerajinan masyarakat adat, sangat diminati berbagai kalangan. Kondisi tersebut mendorong perlunya terobosan baru agar tercipta peluang untuk memperluas jaringan pasar produksi masyarakat Baduy, salah satunya pemanfaatan teknologi informasi.
Pada konteks penerapan teknologi informasi ini bagi masyarakat Baduy, masih menjadi tantangan hingga saat ini. Masyarakat Baduy memiliki aturan adat yang membatasi penggunaan teknologi dalam kehidupan, sehingga masih perlu dijajaki peluang penggunaan teknologi informasi ini dengan pembahasan yang melibatkan beberapa komponen masyarakat Baduy. Namun Pemerintah Desa Kanekes sendiri menyadari akan adanya kebutuhan pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
Selain tenun warga Baduy juga menjual berbagai jenis kerajinan tangan, termasuk tas selempang dari kulit kayu ini. Photo Indri Guli
Melalui Program Peduli, RMI dengan didukung oleh Kemitraan, menyelenggarakan pelatihan dengan tema “Pemanfaatan Sistem Informasi Desa Untuk Promosi Produk Masyarakat Baduy” di Desa Kanekes, Senin (30/5). Kegiatan yang diikuti oleh 25 orang peserta ini termasuk dalam peningkatan kapasitas bagi pemerintahan Desa Kanekes dalam pengelolaan Sistem Informasi Desa (SID). Selain perangkat desa, pelatihan juga melibatkan para perempuan pengrajin tenun untuk dapat mulai memahami peluang dan strategi alternatif penjualan produk.
Saat ini, Pemerintah Desa Kanekes sudah memiliki website desa kanekes.desa.id. Dalam pelatihan ini juga sekaligus peluncuran secara resmi website yang kelak berfungsi sebagai media informasi berbagai kegiatan masyarakat Baduy, termasuk potensi desa dan berbagai produk yang dihasilkan.