Journalis Trip Mentawai Program Peduli

Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan (Partnership) akan menyelenggarakan journalist trip ke kepulauan Mentawai bersama media lokal, nasional dan Internasional. 

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada 28 November - 2 Desember 2017 di 3 Desa di Siberut Utara dan Siberut Selatan, Kabupaten Menawai.

Tujuan Kegiatan ini mengajak para jurnalis ‘mengalami’ langsung kehidupan dan pergulatan masyarakat Adat Mentawai yang terstigma dan terekslusi. Wartawan dapat ikut warga mentawai berburu, mencari sagu atau rotan di hutan sambil meliput kisah-kisah keseharian berikut perubahan yang terjadi selama intervensi Program Peduli yang dilakukan oleh Kemitraan melalui YCMM sebagai mitra pelaksana.  Informasi dan berita yang dipublikasikan wartawan diharapkan dapat membuka mata publik, pemerintah dan para pihak untuk lebih peduli dan berpihak kepada masyarakat adat di Mentawai.



Informasi yang dibutuhkan Journalist Trip

Jaringan Internet
Di Mentawai hanya ada jaringan Telkomsel untuk akses telepon dan internet. Namun hanya bisa diakses di sekitar pelabuhan dan ibu kecamatan.  Di Siberut Selatan, akses telepon dan internet dengan kekuatan sinyal yang lumayan bagus hanya ada di sekitar Pelabuhan dan di Muara Siberut. Dari Muara Siberut menuju Sila’oinan, termasuk di pusat desa Muntei, tidak ada lagi jaringan telepon dan internet. Namun di Salappak, ada alat pemancar sinyal internet di PUSTU Salappak (Program bantuan Keminfo tahun 2015) yang dapat digunakan untuk mengakses internet, namun dalam jangkauan yang terbatas. Meski adakalanya tidak dapat digunakan karena gangguan teknis terkait perawatan dan kondisi cuaca.
Sedangkan di Siberut Utara, jaringan telepon dan internet juga hanya ada di sekitar Pelabuhan Pokai sampai di ibu kecamatan di Muara Sikabaluan. Sementara di Gorottai tidak ada jaringan telekomunikasi sama sekali. Meski demikian, karena faktor cuaca yang kurang baik, jaringan telekomunikasi di Siberut Selatan maupun di Siberut Utara seringkali mengalami gangguan sehingga tidak bisa diakses.

Listrik & Fasilitas Sanitasi
Untuk kebutuhan listrik, juga hanya ada di ibu kecamatan, selebihnya harus menggunakan mesin genset. Di setiap kampung yang akan dikunjungi, ada beberapa warga yang memiliki mesin genset, namun perlu membawa bahan bakar dari pusat desa atau kecamatan. Untuk kebutuhan air bersih, di Sila’oinan baru di dusun Salappak yang memiliki saluran air bersih (melalui Program PAMSIMAS) yang sudah dialirkan ke sekitar rumah-rumah warga. Namun kebanyakan warga belum memiliki fasilitas kamar mandi dan toilet di rumah masing-masing. Sungai masih tetap menjadi primadona untuk keperluan MCK di wilayah Sila’oinan. Dan air hujan masih menjadi andalan untuk kebutuhan air minum di seluruh wilayah Sila’oinan termasuk di Gorottai.  

Alat Transportasi, Waktu Tempuh ke Desa Tujuan


Dari Padang ke Mentawai selain kapal Mentawai Fast, juga ada Kapal ferry ASDP. Tetapi jadwal dan rutenya tidak pasti, berhubung salah satu dari 2 kapal yang berlayar ke Mentawai saat ini sedang docking. Selain itu waktu tempuh bisa mencapai 12 jam lebih. Terlebih dalam kondisi cuaca yang kurang baik dan gelombang laut yang masih tinggi, yang diprediksi hingga akhir tahun ini.


Desa Sila’oinan
Dari Pelabuhan Maileppet atau dari Muara Siberut atau Muntei (jika perlu bermalam) menuju Sila’oinan bisa menggunakan perahu pompong dengan kapasitas rata-rata 3 orang penumpang dalam satu perahu. Jika debit air sungai cukup baik (tinggi), waktu tempuh dari Muntei mencapai ± 3 jam menuju Bekkeiluk (dusun paling hilir di Sila’oinan). Butuh waktu ± 45 menit dari Bekkeiluk menuju Salappak, selanjutnya butuh ± 30 menit dari Salappak menuju Magosi dan butuh ± 30 menit lagi dari Magosi menuju Tinambu (dusun terakhir di hulu Sila’oinan). Namun jika air sungai dangkal, waktu tempuh bisa jauh lebih lama.

Selain perahu pompong, pada musim penghujan atau dengan kondisi air sungai yang cukup tinggi, bisa juga menggunakan perahu speedboat ke Sial’oinan. Dengan kapasitas rata-rata 6-7 orang penumpang, dengan waktu tempuh ± 2,5 jam menuju Salappak. Namun jika air sungai dangkal, maka sulit menggunakan alat transportasi ini menuju Sila’oinan.

Gorottai
Dari Pelabuhan Pokai atau dari Muara Sikabaluan, harus menggunakan ojek sepeda motor terlebih dahulu menuju pinggir sungai di Terekan Hulu. Waktu tempuh dari Muara Sikabaluan menuju Terekan ± 1,5 jam. Dari Terekan Hulu menuju Gorottai harus ditempuh dengan menggunakan perahu pompong dengan kapasitas 5-6 orang penumpang. Waktu tempuh pada musim penghujan atau ketika debit air sungai cukup tinggi, hanya sekitar 30 menit. Namun jika air sungai sangat dangkal, penumpang harus rela naik turun perahu sambil membantu supir mendorong perahu, dibutuhkan waktu 1,5 s/d 2 jam untuk bisa sampai ke pinggir pemukiman warga. 

Turun dari perahu, masih harus berjalan kaki menuju pemukiman warga. Jarak ke pemukiman lama bisa ditempuh hanya 15 menit dari pinggir sungai. Namun ke perkampungan baru dibutuhkan waktu ± 45 menit atau 1 jam berjalan kaki dari pinggir sungai. Tergantung kondisi jalan yang sangat dipengaruhi curah hujan. Sebab, jika hujan sering turun, jalanan akan sangat licin dan berlumpur, sehingga menyulitkan perjalanan. Sementara itu, iklim dan cuaca (termasuk hujan) tidak bisa diprediksi dengan pasti.