Orang Boti Tetap Makmur ketika Kemiskinan Melanda NTT

Photo by Alexander Mering
Ketika jumlah penduduk miskin di NusaTenggara Timur (NTT) melejit menjadi 1.142,170  orang (21,35%), warga masyarakat Adat Boti justru tetap hidup makmur dalam kebersahajaanya.  Salah satunya adalah karena mereka tetap menjaga keragaman pangan dan sumber daya alam lainnya, serta tetap hidup selaras dengan alam berikut nilai-nilai adat dan budayanya. Sehingga tidak ditemukan ada anak-anak yang mengalami gizi buruk di sana.  Karena hidup makmur dan berkecukupan, Masyarakat Adat Boti tidak mau dimasukan sebagai warga miskin serta berkali-kali menolak bantuan pemerintah Indonesia. Saat ditemui team dari Kemitraan- The Partnership for Governance Reform,  Minggu, 25 Maret 2019 pagi, Molo Benu (adik Raja Boti) tengah memetik pen mina (sorgum) di kebunnya di Desa Boti, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Cerita terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih bagi yang telah meninggalkan momentar positif bagi kami