Tingkatkan Partisipasi, Pemuda & Perempuan Kasepuhan Adakan Rembug

Perwakilan pemuda Kasepuhan mempresentasikan hasil diskusi pada Rembug Pemuda dan Perempuan Kasepuhan 

LEBAK – Masih rendahnya partisipasi pemuda dan perempuan membuat sejumlah perwakilan pemuda dan perempuan adat Kasepuhan Banten Kidul melaksanakan Rembug Pemuda dan Perempuan Adat Kasepuhan. Kegiatan dilaksanakan di Kasepuhan Ciherang dari 17-18 Juni 2019.
“Selain partisipasi di bidang ekonomi, budaya, dan pendidikan yang masih lemah, para pemuda dan perempuan Kasepuhan yang berada di wilayah Banten Kidul juga belum memiliki organisasi sebagai alat perjuangan mereka,” kata Ketua IV Bidang Pemuda dan Perempuan Maka Satuan Adat Banten Kidul (Sabaki), Henriata Hatra alias Nochi, di Ciherang.

Selain bertujuan untuk menyuarakan hak-hak mereka, kata Nochi juga agar pemuda dan perempuan adat Kasepuhan dapat berperan lebih aktif lagi dalam membantu baris kolot. Antara lain dalam melestarikan budaya dan adat istiadat Kasepuhan dalam konteks kekinian.

Kegiatan dimulai dengan sharing session dari para perwakilan Kasepuhan dari berberapa desa mengenai kondisi masalah dan kondisi pemuda dan perempuan masyarakat adat.

Kepala Desa Cibadak, Ruhandi yang turut hadir dalam kegiatan mengungkapkan, ada fenomena semakin banyak generasi muda Kasepuhan yang melupakan akar budayanya sendiri, bahkan malu mengakui ketika ditanya asal usul mereka. Padahal mereka adalah garda terdepan untuk menjaga warisan adat dan budaya leluhur mereka.

”Setidaknya ada tiga hal yang harus dipegang sebagai masyarakat Kasepuhan yaitu, yaitu agama, pemerintah dan adat,” kata dia. Untuk itu dia mengusulkan, selain pendidikan formal, maka diperlukan pendidikan adat bagi masyarakat adat, agar mereka tidak tercerabut dari akar budayanya sendiri.

Dari hasil diskusi kelompok yang dilakukan oleh para peserta tersebut, berhasil diidentifikasi beberapa masalah utama pemuda dan perempuan di masyarakat adat Kasepuhan adalah bidang pendidikan dan budaya. Misalnya kian banyak anak muda Kasepuhan yang bermigrasi ke kota untuk mencari pekerjaan. Hal ini terutama karena antara keterampilan yang dimiliki anak-anak muda dan perempuan Kasepuhan hasil pendidikan sekolah formal tidak sesuai kebutuhan pasar kerja yang tersedia. Banyak pemuda adat pergi ke luar desa untuk mengenyam pendidikan tinggi namun tidak kembali ke kampung halaman mereka serta memilih bekerja di kota. Padahal menurut Ruhandi, potensi di desa masih cukup banyak, antara lain pariwisata, dan pertanian atau perkebunan.

Isu lainnya adalah, kian maraknya budaya asing, baik yang disebabkan perkembangan teknologi informasi maupun lewat perusahan asing yang beroperasi di wilayah adat Kasepuhan.
“Jika generasi muda Kasepuhan sendiri tidak lagi mengamalkan budayanya, maka sudah tentu mereka akan mudah terpengaruh nilai-nilai budaya asing yang negatif,” kata Ketua Panitia rembug, Iwan.

Seluruh peserta Rembug Pemuda dan Perempuan Kasepuhan Masyarakat Banten Kidul diskusi tentang peran pemuda dan perempuan Kasepuhan

Program Peduli yang dilaksanakan Kemitraan memfasiltiasi Rembug Pemuda dan Perempuan Kasepuhan Masyarakat Adat Kasepuhan Banten Kidul tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan partisipasi kelompok marginal dan terekslusi. Hasil rembug kemudian dijadikan dasar peserta rembug dakan menyusun visi dan misi organisasi mereka yang mengambil fokus pada pendidikan, ekonomi dan sosial budaya.

Program Peduli sendiri adalah progam hasil inisiasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan kelompok masyarakat sipil bekerjasama dengan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT Australia) dan The Asia Foundation (TAF) yang bertujuan mendorong inklusi sosial dengan bagi enam kelompok yang paling terpinggirkan di Indonesia, termasuk masyarakat adat.

1 komentar:

  1. Dengan adanya kegiatan Riung Mungpulung sesama Pemuda-i Adat Kasepuhan minimal menambah saudara juga selaku bagian Pemuda-i Adat merasa bangga karena yg diwariskan oleh para Sesepuh masih kita jaga dan lestarikan ...

    BalasHapus

Terimakasih bagi yang telah meninggalkan momentar positif bagi kami