Diskusi Advokasi Layanan Pendidikan Inklusif dengan Universitas Muhammadyah Jambi

 


Pendidikan inklusif dalam beberapa tahun terakhir ini telah menjadi isu yang sangat menarik dalam sistem pendidikan nasional. Hal ini dikarenakan pendidikan inklusif memberikan perhatian pada pengaturan para peserta didik yang memiliki kebutuhan khusus untuk bisa mendapatkan pendidikan pada sekolah-sekolah umum atau regular.

Pada tahun 2020 ini, ada dua anak SAD yang telah berhasil menyelesaikan pendidikannya ditinggkat Sekolah Menengah Khusus (SMK). Kedua anak SAD ini punya keinginan tinggi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan perguruan tinggi. Sehubungan dengan hal tersebut, SSS Pundi Sumatera di bawah program Peduli melakukan koordinasi ke Universitas Muhammadyah Jambi sejak Juni lalu untuk menjajaki adanya pendidikan inklusif dan peluang dukungan beasiswa bagi kedua anak SAD.

            Diskusi ini merupakan diskusi lanjutan untuk membahas rekomendasi program studi yang akan diarahkan untuk kedua anak SAD dan kebijakan kampus yang kondusif untuk anak SAD. Pundi Sumatera juga mendorong agar pihak kampus dapat menuangkan kebijakan tersebut secara tertulis agar bisa menjadi landasan dan jaminan pada anak SAD hingga tamat. Selain itu diskusi ini juga menyepakati adanya MoU antara pihak Pundi Sumatera dengan UM Jambi untuk saling mendukung dalam program-program pemberdayaan bagi Komunitas SAD.

            “Kami bersama UM Jambi telah menandatangi MoU ini dan mereka akan menuangkan komiten/kebijakan tertulis untuk memberikan beasiswa pendidikan pada SAD termasuk menyediakan lingkungan kampus yang inklusif bagi Komunitas SAD,” kata Arma salah satu staf SSS Pundi Sumatera. (shabs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih bagi yang telah meninggalkan momentar positif bagi kami