Pelatihan Legal Drafting

 


Intervensi Program Peduli – Kemitraan khususnya pilar masyarakat adat dan lokal terpencil telah mendorong banyak perubahan pada Komunitas Topo Uma, Pipikoro, Sigi, Sulawesi Tengah. Perubahan terjadi pada level komunitas, pemerintah desa, maupun tingkat kabupaten selaku pembuat kebijakan. Pada level komunitas, dapat dilihat bagaimana desa-desa di Pipikoro saat ini mampu menumbuhkan kepercayaan diri masyarakat dengan kemampuan yang dimiliki. Salah satu wujud tumbuhnya kepercayaan diri komunitas adalah menunjukkan kepada pihak luar akan kemampuan dalam kegiatan yang berhubungan dengan ekonomi, kesenian, dan budaya.

Dibantu oleh Karsa Institute, mereka juga aktif dalam memproduksi kader, mendorong adanya pengakuan identitas dan teritori Masyarakat Hukum Adat serta, pemulihan kebudayaan tradisi yang merupakan bagian dari identitas kultural Topo Uma. Semua hal tersebut telah membangkitkan kebanggan baru yang berdampak pada meningkatnya kepercayaan diri masyarakat di sana. Tak hanya itu, anak muda kader penggerak desa juga aktif membuat film untuk mempromosikan potensi yang ada di Pipikoro.

Di level pemerintah, Karsa secara konsisten mendampingi agar Peraturan Desa (Perdes) yang dibuat lebih berpihak pada kelompok marjinal dan kelompok rentan lainnya. Maka dari itu, dibutuhkan Pelatihan Legal Drafting agar masyarakat mengetahui dan memahami teori, asas, dan kaidah legal drafting dalam penyusunan Perdes. Partisipasi masyarakat penting dan strategis. Jika masyarakat dilibatkan mulai dari proses pembuatan peraturan hingga pelaksanaan, hal tersebut bisa menghindari adanya kesalahan atau penyimpangan dalam pembangunan.

Saat pelatihan, peserta diajak untuk memahami apa itu hukum negara dan hukum adat. Setelah itu, peserta juga diberi materi desa inklusif, kelompok marjinal dan rentan, dan praktek-praktek apa saja yang bisa dilakukan desa untuk menjadikan sebuah desa menjadi desa inklusif. “Pipikoro sangat bersyukur dengan adanya pelatihan ini, karena masyarakat, kader, dan aparat desa bisa duduk bersama untuk belajar cara mendraft Perdes yang mendorong pemerintah desa untuk bisa memfinalkan draft Perdes Inklusif,” kata Jimmy salah satu peserta Pelatihan Legal Drafting.

 Perlu digarisbawahi bahwa adanya pendampingan dari Program Peduli membuat APBDes di Pipikoro terus meningkat setiap tahunnya. Begitu pula dengan komitmen pemerintah di tingkat kabupaten untuk membuat anggaran wilayah terpencil menjadi prioritas. (shabs)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih bagi yang telah meninggalkan momentar positif bagi kami