Pengambilan Video Dokumentasi Festival Budaya dan Temu Anak Virtual


Pada Juli lalu, Program Peduli – Kemitraan mengadakan kegiatan Festival Kebudayaan Desa dan Temu Hari Anak Nasional secara virtual. Tujuan diadakannya festival dan temu anak virtual ini adalah untuk berbagi pengalaman dan praktek baik di masing-masing daerah. Untuk itu, perlu dokumentasi berupa video pendek yang nantinya akan ditayangkan saat acara berlangsung.

Video ini bercerita tentang kekayaan budaya Indonesia yang dimiliki desa dan komunitas atau masyarakat adat yang selama ini masih termarjinalkan. Dari video tersebut, masyarakat Indonesia dapat melihat sisi lain dari masyarakat marjinal. Mereka yang tadinya mendapat stereotip negatif tapi ternyata di saat Covid ini banyak pelajaran yang bisa diambil dari masyarakat adat yang lebih resistance atau tahan dari bencana Covid 19.

Saat proses pengambilan video, para fasilitator tetap menjalankan protokol kesehatan yang sudah ditentukan, yakni dengan menggunakan masker dan menjaga jarak. “Selama prosesnya pun kami tidak mengumpulkan banyak orang, jadi kami mendatangi beberapa tempat dan hanya beberapa orang saja untuk kebutuhan testimoni video,” kata Ridwan selaku Fasilitator Program Peduli di Baduy.

Ridwan menjelaskan para peserta cukup antusias untuk mengikuti berbagai persiapan hingga waktu pelaksaannya. “Setiap hari menjelang hari H, peserta selalu bertanya apa yang harus dilakukan dan apa yang perlu disampaikan di dalam video. Begitu besar keinginan serta semangat yang dimiliki para peserta, bahkan mereka mau belajar untuk berbicara di depan camera. Yang tadinya malu-malu, kesulitan menghafal teks, akhirnya bisa lancar berbicara saat pengambilan video,” lanjut Ridwan.

“Di awal memang terasa begitu berat dan sulit, namun saya tidak patah semangat, saya terus berlatih dan ternyata menyenangkan ya berbicara di depan camera, walaupun sangat berdebar-debar,” kata Saniah salah satu perseta Temu Anak Virtual. Ke depannya, akan ada video-video lanjutan tentang Komunitas Adat Baduy sehingga bisa memberi pemahaman kepada masyarakat lain bahwa dengan segala keterbatasan yang ada, mereka tetap semangat dan tidak mudah putus asa untuk belajar. (shabs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih bagi yang telah meninggalkan momentar positif bagi kami